Jumat, 08 Februari 2013

FAIRY TAIL CHAPTER 255

FAIRY TAIL CHAPTER 255

Setelah mendapat kabar bagus tentang Pulau Tenrou masih ada dari penyihir Blue Pegasus, para anggota Fairy Tailpun segera berlayar ke laut sekitar dimana mulanya Pulau Tenrou berada. Namun sejauh mata memandang, masih belum ada tnda-tanda keberadaan Pulau Tenrou.


"Apa benar di sekitar sini?" Biska mulai ragu.
"Disini tidak ada apa-apa" Ucap Ar.

"Menurut orang dari pegasus itu sih, ada sesuatu tentang Eternano di sebagian dari samudra ini"
"Memangnya Eternano itu apa?"
"Hmm, mungkin itu bagian dari sihir" Mereka berbincang.

"Hmm, lalu apa tidak apa-apa tidak mengajak Romeo?" Memang benar, Romeo tidak diajak ikut.
"Seharusnya kita mengajaknya, kalau perlu sampai dipaksa" Ucap Ar.

"Hmm, jujur aku tak yakin jika mereka semua masih hidup" Ucap Max pesimis sambil melihat peta.
"Kita tidak boleh putus asa" sahut Warren.

Sementara Jet dan Droy, mereka tampak sangat senang.
"Kita akan ketemu Levy!
Kita akan ketemu Levy lagi!!" Mereka bersorak.

"Berisik!!!" Bentak Warren.
"Tak ada keterangan sama sekali selama 7 tahun ini, kita tak boleh terlalu berharap" Ucapnya.

"Aah" Mendadak Jet dan Droy tampak lesu.

"!!!" Tiba-tiba, Max kaget karena melihat sesuatu berdiri di depan, di atas laut, di atas air, seseorang, seorang wanita.

"Apa itu?"
"Orang??"
"Bagaimana bisa dia berada disana?"
"Di-dia berdiri di atas air!!"
"Siapa dia!??" Ucap kaget mereka saat melihat sosok itu, wanita cantik yang berdiri di atas air.

Sambil tersenyum, wanita itu menggerakan tangannya dan ....

Whusss ...

Mendadak Pulau Tenrou yang dilapisi suatu lingkaran sihir muncul dari dalam laut.

"Pulau Tenrou!!!?"
"I-Iya! Tidak salah lagi! Itu Pulau Tenrou!!!!" Para penyihir Fairy Tail semakin kaget.

Kemudian setelah membangkitkan Pulau Tenrou, wanita itu bergerak menuju ke dalam Pulau.

"Wanita itu menuju Pulau Tenrou!"
"Cepat ikuti dia!!" Ucap Warrent dan Max.

"Tunggu!!"
"Hei kau!!" Setelah kapal mendarat, merekapun ikut berlari masuk ke dalam Pulau.

"Ada apa dengan wanita itu?"
"Tapi bagaimanapun juga dia telah memunculkan Pulau tenrou" Ucap Biska dan AR sambil terus mengejar.

"Mungkin dia akan menunjukan dimana semuanya berada!"
"Be-benar!!!"
"Jangan alihkan perhatian kalian, terus ikuti dia!!"

"!!!" Tiba-tiba langkah mereka terhenti saat sampai di sebuah tebing.
"..." Mereka semua terdiam kaget tanpa mampu mengatakan apa-apa saat melihat sesuatu di depannya.

"Na...Natsu ..." Tampak Natsu tergeletak di tanah dengan sebagian tubuhnya tertimbun tanah.



Kembali ke Guild ...
"Romeo, apa tidak apa-apa kau tak ikut dengan mereka?" Tanya master ke anaknya.
"Walaupun pulau Tenrou ditemukan, tak mungkin mereka masih selamat" Ucap Romeo murung.

"Pesimis sekali kau, percaya dirilah"
"Bagaimanapun juga tak ada kabar selama 7 tahun ini" Ucap Romeo masih pesimis.

"Fiuhh ..." Master menghela nafas.

"Oi Oi!!" Tiba-tiba seseorang memaksa membuka pintu dengan kakinya.
Ternyata, itu adalah kelompok yang beberapa saat lalu juga datang, Teebo dkk.

"Teboo, pembayaran hutangnya bulan depan kan?"

"Kau tahu, master kami tidak setuju dengan itu!" Bentak Teboo.
"Akan jadi masalah kalau tidak membayar hutang sesuai jadwal ...
Jika master sudah berkata begitu, tak ada yang bisa kami perbuat"

"Kami tak punya uang untuk membayar!" Ucap Romeo dengan tegas.

"Hentikan Romeo!" Ucap ayahnya.

"Cih, tidak sopan sekali kau bocah brengsek ..." Ucap teboo.

"Diremehkan seperti ini ...
Ayah dan yang lainnya takut ...
Kalau terus dibiarkan seperti ini ...
Nama Fairy Tail akan jelek!!!" Romeo mengeluarkan api dari tangan kanannya.

"Fuhh ..." Namun dengan mudah, Teboo meniup dan mematikan api itu.

"!?"

"Nama Fairy Tail memang sudah jelek dari dulu kan ..." Teboo mengeluarkan senjata.

"Hentikan!!!" Teriak master, ayah Romeo.

"Kalian tak akan pernah bisa menandingi kami!!!" Teboo bersiap untuk menyerang.
Namun tiba-tiba, seseorang menendangnya hingga mental menabrak tembok.

"!!!"

"Apa!!?" Semuanya tampak kaget.

Bak Buk Bak Buk ...
Sekelompok orang datang dan menghajar teboo dkk.

"Yo, kami kembali" Ternyata, semuanya sudah kembali.

Wow wow wow ...

"Kami kembali" Ucap Erza.
"Hei semuanya" sapa Happy.
"Kami pulang" Natsu tersenyum.
"Apa yang terjadi dengan Guild kecil ini ..." Ucap Makalov.
"Waah, bukankah ini hebat ..." Ucap Lucy.
"Kami sudah pulang" Ucap Gray. Semuanya benar-benar sudah kembali. Dan, mereka tak tampak berubah sama sekali setelah tujuh tahun berlalu, masih tetap sama.

"Ka...Kalian ..." Makao tampak kaget.
"Muda banget"
"Mereka tidak berubah sejak 7 tahun ini"
"Apa yang terjadi!??" Ucap kaget para anggota Fairy Tail.

"..." Romeo terdiam.

"Umm"

Flasback ...

Saat tadi di Pulau Tenrou ...
"Natsu bertahanlah!" Ucap para anggota pencari saat melihat Natsu terkubur di tanah.
"Natsu!!!"
"Bangun oi!!!"

"Apa!???
Berisik!!!" Bentak Natsu yang bangun dengan santai, ternyata ia cuma tertidur.

"Apa yang terjadi?
Kenapa kalian semua ada disini?" Ucapnya masih bingung.

"Waaah, dan kenapa kalian tua sekarang!??" Ucapnya lagi.

"Kau yang aneh, tak berubah sama sekali!"

"Dan Droy, kamu gemuk sekali sekarang!" Ucap Natsu lagi.

"Oiya, kami diserang oleh kekuatan Acnologia ...
Bagaimana dengan yang lain??" Natsu mulai ingat dengan apa yang terjadi.

"Disini ..." Ucap si wanita misterius.

"Lalu k-kau siapa?" Mereka bertanya.

"Namaku Mavis ...
Master pertama Fairy Tail, Mavis Vermillion ..." Ternyata wanita itu adalah master pertama Fairy Tail.

"!!!!!" Semuanya kaget saat mendengar pernyataan itu.

"Aku mendapat kekuatan dari ikatan kalian semua ...
Dan mengubah semua itu menjadi kekuatan sihir ...
Keinginan kalian telah membangkitkan Fairy Sphere ...
Salah satu dari tiga sihir terhebat Fairy Tail ...
Itulah sihir yang melindungi semua ini dari kejahatan ...
Sihir pertahanan yang mutlak" Jelas Mavis sementara semuanya tampak sudah sadar kembali, para anggota hebat Fairy Tail yang sempat tak sadarkan diri selama tujuh tahun.

"Kalian telah disihir beku ..." Jelas Mavis ke semua yang baru bangun.
"Perlu kalian ketahu, tujuh tahun telah berlalu semenjak saat itu"

"..." Semuanya terdiam kaget.

"Jadi saat ini ...
Master pertama melindungi kami ya" Ucap Makalov.

"Tidak ...
Aku hanyalah jiwa halus ...
Aku hanya mengubah keinginan kalian menjadi sihir ...
Aku hanya melakukan apa yang ku bisa ...
Ikatan harapan dan ketabahan yang teguh akan membawa keajaiban pada kalian ..." Ucap Mavis lagi, tubuhnya melayang di udara.

"Faktor itulah yang membuat guildmu menjadi hebat ...
Makalov" Mavis tersenyum, flasback berakhir ...

"Begitu katanya" Ucap Makalov, Romeo masih terdiam tak percaya.

"Ng?" Natsu melihat ke arah Romeo.

"Kau sudah tumbuh besar ya, Romeo" sapa Natsu.

"Hiks ..." Romeo menangis haru.

"Selamat datang ...
Natsu-nii ...
Semuanya!" Ucap Romeo yang bergelimang air mata bahagia.

-To be Continued-

sumber :  beelzeta

FAIRY TAIL CHAPTER 254

FAIRY TAIL CHAPTER 254

Pulau Tenrou telah dimusnahkan ...
Dan kini, sudah tujuh tahun berlalu semenjak Natsu dan yang lainnya menghilang ...


Tahun x791 di Pelabuhan Harujion, seorang anak muda yang mempunyai simbol Fairy Tail di lengannya menatap ke arah lautan ...
Terdiam, dengan tatapan yang misterius ...
Apa yang ia pikirkan ...

"Sampai kapan kau akan terus menatap ke arah lautan?"
"Tugas kita sudah selesai, ayo kembali ke Guild" Ucap dua orang pria dan wanita yang berdiri di belakangnya.

Akan tetapi, si anak masih terdiam sambil terus menatap laut ...

"Kalau kau tak segera pulang, ayahmu akan mencemaskanmu" Ucap si pria lagi yang ternyata merupakan anggota Fairy Tail, namanya adalah Arsack Koneru.
"Makao meminta kami untuk menjagamu, Romeo" Lanjut si wanita yang juga merupakan anggota baru Fairy Tail, Biska Koneru.

"Baik ..." Ucap si anak tertunduk, anak yang akhirnya diketahui juga merupakan anggota Fairy Tail, Romeo Combolt.

"Kami mengerti perasaanmu Romeo, tapi ..."
"Biska ..." Arsack menggeleng-gelengkan kepala ke wanita itu, pertanda jangan melarangnya, biarkan Romeo diam disana sebentar lagi saja.

Kota Magnolia ...
Sedikit tidaknya kota Magnolia terlihat berubah setelah tujuh tahun berlalu ...
Di gedung Fairy Tail, bangunan juga sudah berubah ...

"Kenapa Romeo belum pulang juga!??
Sialan Ar dan Biska! Mungkin mereka membuang Romeo ke laut lalu pergi ke pesta" Ucap sang master yang baru dengan penuh emosi, Makao Combolt, master ke empat Fairy Tail.

"Tenanglah kau orang tua ...
Kau bukan anak kecil lagi, jadi tenang dan duduklah" Ucap Wakaba Mine, seorang lelaki yang bertugas sebagai penasehat master ke empat.

"Panggil aku master!!"
"Mana ada master kurang mastabat sepertimu" Makao dan Wakaba berantem, mirip Gray dan Natsu.

"Yeah, baiklah ..." Ucap satu lagi anggota baru, seorang lelaki bernama Max Aroze ...

Keadaan Fairy Tail yang sekarang tampak sangat menyedihkan ...
Tak seperti dulu saat masih ada Natsu dan yang lainnya disana ...

"Mereka memilih orang lain?"
"Yah, tidak ada pekerjaan untuk kelompok kecil seperti kita" Ucap Warren racko meratapi nasib mereka.

"Lihat ini, pekerjaan yang ada sedikit sekali" Nab Rasaro menunjuk ke poster-poster pekerjaan di dinding. Sungguh memprihatinkan. Jika dulu terdapat bertumpuk-tumpuk poster pekerjaan tertempel, kini hanya terlihat satu dua.
"Orang-orang menganggap kita sebagai pengangguran yang tak berguna"

"Hei hei lihat, aku hampir menyelesaikan tarian ini ...
Aku namakan Tarian Puny" Anggota Fairy Tail bernama Bijiter Echo menari-nari tak jelas, Fairy Tail yang sekarang benar-benar payah.
"Menjijikan, menyingkirlah dari sini" Ucap Max.

..........

"Hei Droy, apakah kamu merasakan tekanan di Bumi lagi?" Seorang anggota wanita Fairy Tail bernama Raki Olietta bertanya ke Droy, anggota lama yang masih tersisa.

"Apa barusan kau memanggilku si gemuk? Dasar brengsek" Ucap Droy sambil makan daging dan roti. Tak seperti dulu, Droy sekarang benar-benar sangat gemuk.
"Seharusnya kau sadar sendiri" Balas Jet yang juga masih tersisa.

"Coba kau lihat Leedas, dia lebih kurus sekarang"

Yo, padahal dulu aku segemuk dia waktu pertama bergabung" Leedas yang dulu sangat gemuk bertubuh bulat kini kurus.

"Aku sudah bekerja setiap hari ...
Nih lihat otot-ototku" Ucap Droy padahal isinuya lemak semua.

"Hmm, jika Levy kembali, apa yang akan dia katakan ya ..."
"Levy tidak akan kembali!!"

"..." Semuanya terdiam.

Tampaknya, nama Levy dan yang lainnya telah menjadi kenangan yang tak mungkin kembali.

"Hei ..." Tiba-tiba, segerombolan orang masuk ke dalam gedung Guild Fairy tail tanpa permisi.

"Gyahaha" Kelihatannya niat mereka jahat, mirip penyihir preman.
"Payah, menyedihkan ...
Karena itulah kelompok kalian sedikit"
"Kalian sama sekali tak memiliki semangat, ambisi!" Ejek mereka yang memang ingin mencari ribut.

"Teboo ..."
"Sudah ku bilang jangan pernah kemari lagi" Ucap Makao, master keempat Fairy Tail.

"Hei hei ...
Jadi sekarang kau sudah berani berkata begitu padaku ya?
Setelah semua ini, kami akan menjadi Guild yang mewakili Magnolia ...
Guild Twilight Ogre" Ternyata mereka dari Guild Twilight Ogre, saingan Fairy Tail sekarang.

"Huh"

"Ini adalah saat yang tepat untuk membuktikan siapa yang terkuat ...
Tapi, ada hal yang harus kalian ketahui ...
Era kalian sudah berakhir ...
Jika membandingkan kedai teh kecil ini dengan Guild megah kami, jelas sekali siapa yang lebih pantas ..." Ucap mereka dengan nada yang benar-benar sombong.

"Cih, sombong sekali ..."
"Ayo jangan menyerah, kita harus semangat"

"Kalian tak akan bangkit lagi hanya dengan semangat" Ejek mereka lagi, orang-orang Twilight Ogre itu.

"Apa yang ingin kau lakukan kemari, Teboo ..." Makao bertanya to the point.

"Bayaran Pulau ini" Ucap Teboo, anggota Twilight Ogre itu.

"!?" Makao tercengang.

"Jadi kau belum membayarnya, Makao?" Tanya si penasehat ke Makao.
"Sudah ku bilang, panggil aku master"

"Kalian telat membayar hutang kalian" Ucap salah satu dari mereka lagi.

Sungguh ironis, Fairy Tail sekarang bahkan harus berhutang.

"Kami belu punya pekerjaan bulan ini ...
Kami akan membayarnya bulan depan!" Makao berjanji.

"Ayolah, dulu di saat kalian hampir bangkrut, siapa yang datang menyelamatkan kedai teh ini?
Kami adalah yang memberi kalian pinjaman!!!"

"Sejak awal kami tak akan menerima pinjaman kalian kalau tahu kalian bodoh" Ucap Jet yang sudah mulai emosi.
"Apa kau bilang!!??" Emosi mereka ikut terpancing.

"Hentikan, Jet" Cegah Makao.
"Tapi ..."

"Tunggulah sampai bulan depan, kami janji akan membayar" Makao kembali berjanji.

Jduakk!!!
Salah satu dari mereka menendang wajah Makao, Master Fairy Tail, sungguh menyedihkan.

"Makao!!!"
"Master!!!!"

"Kurang ajar!"
"Beraninya kau ..."

"Jangan lawan mereka!" Teriak Makao.

"Cih" Terpaksa mereka kembali menahan emosi.

"Hahah, menyedihkan ..."
"Jadi ini Fairy Tail?"
"Kasihan sekali ..."
"Hyahaha"
"Jangan lupa ...
Bulan depan" Ucap mereka dan akhirnya pergi, meninggalkan luka, kehancuran, dan rasa yang membuat para anggota Fairy Tail terhina.

"..." Seluruh anggota Fairy Tail beserta master terdiam.

"?" Di tengah puing bangunan depan yang hancur, tampak sebuah buku sketsa ..
Di dalamnya, terdapat gambar-gambar para anggota Fairy Tail yang dulu ...
Anggota hebat yang tak mungkin terhina seperti ini ...
Natsu, Gray, Lucy, Erza, Happy ...
Gagil, Wendy, Lily, Charle ...
Levy ...

"Hiks" Jet dan Droy melihatnya hingga meneteskan air mata.

Cana, Mirajane, Elfman, Lisana ...
Fried, Bixlow, Evagreen ...
Semuanya ...

"Hiks ..." Raki meneteskan air mata di balik kacamatanya ...

"Sudah 7 tahun berlalu sejak saat itu ya ..."
"Membuatku teringat kembali ..."
"Sejak saat itu, tak ada yang berubah sama sekali"
"Saat kita tahu Pulau Tenrou dihancurkan, semua orang mencari dengan apapun yang mereka punya ..."
"Tapi, tak ada satupun yang ditemukan ..." Mereka membicarakan masa lalu.

"Jika cerita dewan memang benar kalau Acnologia yang sudah memusnahkan Pulau Tenrou ..."
"Faktanya semua mencari dan tak satupun ditemukan"
"Yah, hari itu kekosongan yang aneh menyelimuti lautan Eterno yang ada di Pulau Tenrou"

"Itulah kekuatan dari naga Acnologia!
Duku, seekor naga dapat menratakan seluruh negara dengan kekuatannya sendiri ...
Tidak mungkin ada yang selamat ...
Hiks" Mereka mencoba untuk berharap namun harapan itu mustahil, mereka mencoba untuk berpikir rasional.
"Tapi, kenapa harus teman-teman kita ..."

"Sejak mereka menghilang, kita menjadi selemah ini, sial ...
Lalu Magnolia membangun Gild baru, sepertinya kita akan segera bubar"
"Jangan berkata begitu ..."

"Ada apa, Makao?" Tanya Wakaba yang melihat Makao tampak murung.
"Rasanya, hatiku ingin remuk" Ucap Makao tertunduk.

"Kau sudah melakukannya dengan baik, Master" Ucap Wakaba yang akhirnya memanggilnya dengan sebutan Master.

"Sejak saat itu ...
Romeo tidak pernah tersenyum sama sekali" Makao menutupi wajahnya, ia menangis.

..........

Sementara itu dari luar, terdengar suatu suara ...

"!?"
"Suara apa itu!?"
"Apa Ouga datang lagi??"

"I-Itu ..." Setelah mereka keluar, tampak sesuatu melayang di udara, senuah kapal, dan ternyata mereka adalah anggota Guild Blue Pegasus ...

"Blue Pegasus!??"
"Christina!??"

"Snff ...
Snff" Salah seorang dari kapal itu mencium bau sekitar.
"Hmm, sepertinya baunya tidak enak" Ucapnya, seorang lelaki gendut berambut panjang.

Bruakkk!!!
Dia terjun dari kapal dan jatuh menghantam tanah.

"Kau jatuh ya!????"

"Aku Ichiya, salam kenal" Ucap orang itu dengan gaya sok cool meski jatuh menghantam tanah, Anggota Blue Pegasus, Ichiya = Wanderlei = Kotobuki.

"Kalian ..." Makao keluar dan melihat para nggota Blue Pegasus yang datang.

"Kami tahu apa yang kau rasakan Ichiya, tapi bisakah kau tenang sebentar" Dari kapal muncul tiga orang anggota Blue Pegasus yang lainnya.
"Aku pengguna sihir udara"
"Sudah lama ya, semuanya"

"Yo" Ucap salah satu dari mereka, Hibiki Laytis.
"Hmmph" Lanjut yang lain, Ren Akatsuki.
"Kau bertamabh tua ya, Makao" Dan yang terakhir adalah Eve Thylm.

"Blue Pegasus!??"
"Apa yang terjadi hingga mereka kemari??" Jet dan Droy bertanya-tanya.

"Sesuatu yang cocok dengan pergerakan Cgristina telah terdeteksi oleh pembaca Eternano milik Fiore ..." Jelas Hibiki.
"!???" Makao dan Wakaba tampak kaget.

"Dengan kata lain ...
Pulau Tenrou masih ada" Lanjut Ichiya.

-To be Continued-


sumber :  beelzeta

Jumat, 25 Januari 2013

FAIRY TAIL CHAPTER 253


FAIRY TAIL CHAPTER 253

"Aku tak tahu kenapa kau datang kemari, tapi ...
Aku tak akan membiarkanmu lewat!!" Makalov terus menahan Acnologia sementara para penyihir Fairy Tail bergegas meninggalkan Pulau Tenrou.

"Karena tepat di belakangku, ada anak-anak nakalku!!!" Makalov terus saja berusaha. Namunm ternyata Acnologia begitu kuat. Ia memberontak hingga akhirnya Makalov kewalahan.



"Gyaaahhh!!!" Sang nga Acnologia berbalik menekan tubuh Makalov.
Makalov rebah di tanah dengan tubuh naga Acnologia menekannya.

"Untuk pertama kalinya, aku bertingkah seperti orang tua sesungguhnya ..." Ucap Makalov dalam hati dan malah tersenyum.
"Sekarang aku tak punya penyesalan lagi" Ia tak menyesal karena ia sudah melakukan sebisanya untuk menyelamatkan anak-anaknya.

"!!!" Mendadak pandangan Makalov menjadi kaget karena tiba-tiba seseorang berdiri di depannya, mencoba untuk membantu melawan Acnologia. Ternyata, ia adalah Natsu. Natsu tak bisa meninggalkan masternya begitu saja.

Dengan sekuat tenaga, Natsu berusaha ...
Namun tetap saja, Acnologia begitu kuat ...

"Kembalikan master kami!!!" Ucap Natsu.

"Natsu ..." Makalov sudah kembali ke tubuh kecilnya.

"Maju!!!" Ternyata bukan cuma Natsu, Erza dan yang lainnya juga balik dan memilih untuk membantu master mereka. Dengan segala kekuatan yang para penyihir Fairy Tail punya, mereka menyerang tubuh Acnologia.

"Ka-Kalian semua ..." Makalov tertegun.

"Kau harus tahu, aku menentang semua ini ...
Tapi, apa kau pikir mereka bisa lari meninggalkan pak tua sepertimu begitu saja?
Lagipula ini guildmu kan" Ucap cucu Makalov, Laxus.

"Dasar ...
Bodoh" Makalov terharu, ia meneteskan air mata.

Para penyihir Fairy Tail terus menyerang. Sementara dari kejauhan, tampak seorang wanita melihat mereka semua sambil tersenyum, entah siapa.

"Uarghhhh!!!!" Acnologia mementalkan semua orang yang menyerangnya.

"Uwaaahh!!!"
"Kyaaaa!!!" Natsu dan yang lainnya terhempas.

"Apa kalian semua baik-baik saja!?" Teriak Erza.
"Sial ..."
"Serangan kita tidak mempan sama sekali" Ucap Elfman dan Mirajane.

"Dia bahkan belum memakai kekuatan yang dulu ia gunakan melawanku ...
Dia masih bermain-main dengan mereka" Ucap Gildarts dalam hati, ia benar-benar khawatir.

Whusss ....
Tiba-tiba, Acnologia terbang tinggi ke atas langit.

"Dia terbang!!"
"Apa dia akan kembali lagi!?"
"Jangan biarkan pertahanan kalian kendur" Ucap ketiga kucing.

"!!!" Acnologia sampai di atas awan dan tampaknya ia ingin menyemburkan sesuatu dari mulutnya.

"Itu serangan Hitoiki!!" Teriak Gagil.

"Apa dia berencana meledakan pulau ini!?"
"Tidak mungkin ..."
"Yang benar saja?"

"Semuanya, gunakan sihir bertahan, taruh kekuatan di dalamnya sekarang!" Teriak Erza.
"Baik!" Ucap Wendy.

"Tak cukup waktu untuk membuat segelnya" Ucap Fried.
"Ada banyak sihir bertahan yang tak perlu menulis segel kok"
"Ayo kita mulai, Levy" Pinta Bixlow.

"Semuanya, fokuskan sihir kalian pada Fried!!!" Teriak Lisana.
"Ayo bergandengan tangan!!!"

"Kita tidak akan berakhir disini!!!" Teriak Natsu dan kemudian mereka semua bergandengan tangan.

"Benar, kita tak akan pernah menyerah"
"Semuanya, gabungkan kekuatan kalian!! Ayo tunjukan besarnya ikatan Guild kita!" Ucap Lucy dan Gray.

"..." Laxus menyodorkan tangan ke Makalov, Makalov tersenyum.
"Kita akan pulang bersama-sama ..." Ucapnya.

"Pulang ke Fairy Tail" Merekapun benar-benar membentuk lingkaran dengan saling bergenggaman tangan.

Akan tetapi ...
Acnologia menembak dan ...

Boombbb!!!!

Tepat sasaran dan Pulau Tenrou benar-benar hancur, lenyap tanpa sisa.

Dari kejauhan, Zeref, Dewan sihir, Meldy dan Ultear, mereka menyaksikan kehancuran tersebut ...

Kini, Pulau Tenrou benar-benar lenyap dilahap tembakan Acnologia ...

"Ini sudah berakhir kan, Natsu ..." Ucap Zeref.

16 Januari x784, Pulau Tenrou dimusnahkan oleh Acnologia ...
Dan setelahnya, Acnologia kembali menghilang ...

Setengah tahun setelah kejadian tersebut,
dilakukan pencarian dan penyelidikan di sekitar perairan tersebut ...
Namun, tak ada satupun yang bisa ditemukan ...

Dan sekarang, tujuh tahun berlalu ...

Seorang anak kecil menatap ke arah lautan ...


Sumber : 
beelzeta

FAIRY TAIL CHAPTER 252


FAIRY TAIL CHAPTER 252

Di atas langit pulau Tenrou, seekor naga tampak mengawasi dan hendak mendarat, naga apa itu sebenarnya?

"Perasaan ini ..." Gildarts merasakan perasaan yang buruk.
Bukan hanya dia, semuanya merasakan hal yang sama.

Terlebih, terdengar suara yang amat keras.




"Kyaa"
"Suara apa itu!??"
"Berisik sekali!!"
"Suara apa itu!?" Keadaan perkemahan menjadi kacau.

"!?" Makalov menatap ke angkasa.

"Tangisan seekor naga!" Ucap Wendy.

"Eh!??"
"Naga!???" Levy dan Lisana kaget saat mendengarnya.

"..." Gagil terdiam.

"Berisik sekali!!" Ucap Happy yang sudah sampai ke perkemahan, bersama dengan Natsu, Gildarts, Cana dan Lucy.

"Pasti dia yang waktu itu" Ucap Gildarts sambil memegangi tangan kanannya.

"Disana!!" Lily menunjuk ke atas.

Di atas, tampak seekor naga sudah sangat dekat.

"Apa itu!!???"
"Besar sekali!!" Ucap Elfman.
"Itu adalah ..."
"Naga!???"
"Mahluk apa itu" Lucy terlihat bingung dan khawatir.

"Apakah itu naga asli ..." Tubuh Gagil bergetar.
"N-naga asli yang hidup ..." Ucap Wendy.
"Seperti dugaanku, naga asli benar-benar masih ada" Ucap Natsu.

"Itu adalah, sang naga hitam penghantar kiamat ...
Acnologia" Jelas Master Makalov yang berdiri di barisan depan.

"Hei kau, kau tahu dimana Ignel kan?
Sera Grandine dan juga Metalicana!?" Teriak Natsu bertanya.

"Eeh, dia turun!!!"

Benar saja, Acnologia mendarat dan mengaum.

"!!!" Semuanya terdiam kaget tanpa mampu mengatakan apa-apa.

Acnologia terbang mendekat ke arah mereka.

"Cepat menjauh dari sana!!!!" Teriak Gildarts.

Bruakhhhh!!!!!!

Acnologia menghancurkan tanah di depan perkemahan.

"A-apa ini benar-benar nyata?"
"Lihat! Kehancuran yang ditimbulkannya"
"Apa-apaan mahluk itu!?
Dan darimana ia datang!??"

"Cepat menuju kapal!!!!" Teriak Gildarts sementara sang naga terus mengamuk.

"Cepat!!
Kita semua akan kembali ke Fairy Tail bersama!" Teriak Erza.

"Wendy, kau mengerti bahasa naga kan, cepat lakukan sesuatu" Pinta Charle.
"Aku tidak begitu mengerti gaya bicara mereka ...
Tapi setahuku naga adalah mahluk yang sangat pintar, seharusnya naga itu mengerti bahasa manusia" Ucap Wendy.

Jauh di kapal Grimore Heart yang hampir hancur, Zeref menatap ke arah Pulau.

"Alasan kenapa dia tidak menggunakan bahasa manusia adalah ...
Karena menganggap manusia tak lebih dari seekor serangga" Ucap Zeref.
"Manusia tak akan menghiraukan lalat yang mendengung di dekatnya ...
Begitu juga dengan naga ...
Manusia juga tak akan memperhatikan serangga yang terluka walau hanya sesaat ...
Banyak hal di dunia ini yang tak bisa kalian lakukan sekeras apapun kalian mencoba ...
Umat manusia yang paling mengerti akan hal itu ...
Dia datang ...
Memulai kembali perjalanan yang panjang ...
Zaman ini telah sampai pada akhir zaman ...
Selamat tinggal, Natsu"

Kembali ke Pulau, tampak Makalov hendak menghadang sang naga.

"Kakek ..."
"Master!?"

"Pergilah ke kapal" Ucap Makalov sementara si naga bersiap untuk menembak dari mulutnya.

"Apa kalian tak mau mematuhi perintah terakhir master kalian!!??
Dasar bocah-bocah kurang ajar!!!!!!" Teriak Master.

"Barusan dia bilang ...
Terakhir?"

"Aku ini seorang Dragon Slayer!
Jika ada yang harus melawan naga itu, akulah orangnya!"
"Ayo pergi, Natsu" Laxus mengangkut paksa tubuh Natsu.
"Hei!!!!
Laxus!!!
Dasar breng ..." Natsu terdiam saat melihat wajah Laxus, Laxus bergetar ketakutan.

"Master ..." Begitu pula dengan Erza.

"Lebih baik begini ...
Suatu saat kalian pasti akan mengerti ...
Apa arti di balik air mata kalian ...
Apa kematian seseorang membuat kalian sedih?
Atau kesedihan itu sendirilah yang membunuh seseorang?
jawabannya ada di hati kalian masing-masing ...
bocah-bocah kurang ajar yang penuh harga diri ...
Teruslah hidup menuju masa depan" Dengan tubuh raksasanya, Makalov bernit untuk melawan Acnologia.

-To be Continued-


Sumber : beelzeta

FAIRY TAIL CHAPTER 251

FAIRY TAIL CHAPTER 251

"Apa katamu!!???" Gray, Natsu, Gagil dan Elfman sedikit kaget saat mendengar pernyataan Makalov.

"Aku bilang ...
Ujian untuk naik ke kelas S akan ditunda untuk sementara" Ucap Master.


"Aku sama sekali tak mengerti kek!!!"
"Kenapa kau menundanya!!??"
"Aku ingin naik ke level S!!!"
"Yang jadi kandidat itu Levy, bukan kau"

"Mengingat semua hal yang telah terjadi, aku tak punya pilihan lain" Keputusan Master sudah bulat.

"Di antara para kandidat, ternyata terdapat mata-mata dewan sihir ...
Apalagi, Grimore Heart juga ikut campur"
"Saat ini kita memang tak punya pilihan lain" Ucap Mira dan Levy yang setuju, tak seperti para lelaki keras kepala : Natsu, Gray, Gagil dan Elfman.

"Aaah, aku ingin naik ke kelas S" Gray bersikeras.
"Tidak apa Gray-sama, berikutnya kau pasti berhasil" Hibur Juvia.
"Seorang priapun terkadang ada batasnya"

"Aku tidak akan menyerah!!
Aku akan naik ke level S bagaimanapun caranya!!!" Ucap Natsu sedikit berteriak.
"Gray, Elfman, Levy, kalian semua menyerah kan?
Kalau begitu biar aku saja yang naik ke level S!!
Kalian dengar??
Level S!!!!" Lanjutnya.

"Tenanglah Natsu" Pinta Happy.

"Aku sudah menduga akan jadi seperti ini" Ucap Master.
"Kalau begitu ...
Akan ku buat pengecualian, mari kita lanjutkan dan mulai saja ujian terakhirnya ...
Kalau kau menang melawanku, kau akan langsung naik ke kelas S" Tantang Master.

"Benarkah itu kakek!!??
Baiklah, aku jadi bersemangat!!!"

"Ayo mulai"

Buakkk!!!!

Belum satu detik berlalu, tubuh Natsu sukses nancap di pohon akibat pukulan keras tangan raksasa Makalov.

..........

Di sisi lain, tampak Laxus sedang menjewer pipi Lisana.
"Apa yang ...
Kau lakukan??"
"Ehh, aku hanya tidak yakin kalau ini kau" Ucap Laxus.
"Tentu saja ini aku!!
Kasar sekali!!" Bentak Lisana.

"Fufufu, sejak dulu kau selalu saja diejek ya, aku kasihan padamu" Ucap Eva Green.

"Waspada sekali, Laxus memang hebat" Ucap Fried.

Sementara itu, tak jauh dari tempat itu, terlihat seseorang mengawasi dari balik pepohonan.
"Aku ingin menyapa merekia, tapi aku gugup sekali" Ternyata itu Wendy. Ia gugup dan belum siap bergabung dengan semuanya.

"Eh? Apa yang kau takutkan?" Tanya Charle.

"Memang banyak rumor yang beredar, tapi mereka itu orang baik" Tiba-tiba Erza datang dari belakang.
"E-Erza-san?"
"Merekia hanya sedikit canggung" Jelas Erza.
"Baik, aku akan menyapa mereka" Ucap Wendy.



Di tempat lain, tepatnya di sebuah sungai yang airnya dapat menyembuhkan, terlihat Lucy dan Cana sedang mandy bersama.
"Uuukhh" Lucy mengusapi dadanya dengan air.

"Mata air pengobatan ...
Aku rasa airnya akan meresap ke dalam tubuh kita" Ucap Cana.

"Cana, apa tanganmu baik-baik saja?" Lucy khawatir.
"Maksudmu setelah aku mendapat Fairy Glither?
Seperti yang kau lihat, tubuhku sudah tidak menjadi pinjaman Mavis lagi" tatoo di lengan kanan Cana telah menghilang.

"Mm, Lucy, maaf ya" Ucap Cana.
"Maaf kenapa?" Lucy tak mengerti.

"Yah, aku mengkhianatimu dan lari ke kuburan Mavis" Jelas Cana.
"Tidak apa-apa" Sahut Lucy.
"Tapi hal itu selalu menghantui pikiranku ...
Mengkhianati rekanmu merupakan hal yang akan selalu kau sesali seumur hidup"

"Aku tak menganggapnya sebagai pengkhianatan ..
Bagiku itu hanya iseng dan bercanda ala Guild ...
Benar kan?
Cana, jangan terlalu memikirkannya, aku jadi ikut sedih" Ucap Lucy dan kemudian Cana tersenyum.

"Sebenarnya aku tak ingin naik ke level S ...
Aku hanya memikirkan cara untuk menceritakan yang sesungguhnya pada ayahku"

Pindah ke tempat lain, jauh di pinggir suangi, tampak Natsu dan Gildarts sedang memancing.

"Ada apa dengan wajah murammu itu hah?" Gildarts bertanya ke Natsu.

"Yah, memancing tidak menarik sama sekali" Ucap Natsu.
"Kau tak mengerti tentang perasaan romantis pria ya"
"Itu benar, iakn inilah yang disebut romantis" ucap Happy.

"Insting memburu!!
Fenomena alam terhebat yang dapat menyatukan kita, para lelaki ...
Makan atau dimakan, itulah yang dinamakan tantangan!!!
Itulah taman bermain lelaki sejati!!" Ucap Natsu.

"Oh, aku rasa aku mendapat sesuatu" Tiba-tiba umpan Natsu nyangkut sesuatu.
"Bagus Natsu, tarik, ayo tarik!"

"Gildarts ..." Tiba-tiba Lucy dan Cana datang menghampiri.

"Tunggu sebentar, roman laki-laki Natsu sedang terbangun" Ucap Gildarts.

"Tapi Cana ingin menyampaikan sesuatu yang penting" Ucap Lucy.
"Ng?"

"Ayo kesini Natsu, Happy" Lucy menarik Natsu dan Gray agar Cana bisa berduaan dengan ayahnya.
"Uwaa, Ikannya!"
"Makanan semua orang!!" Dengan terpaksa mereka berdua menjauh.

"..." Cana bersiap.

"Ada apa?" Gildarts bertanya.

"Alasan aku bergabung dengan Pulau ini adalah ...
Aku datang untuk mencari ayahku" Cana memberanikan diri.

"Hmm...
Aku baru pertama kali mendengar ini" Ucap Gildarts.
"Apa itu yang ingin kau bicarakan?
Apa ayahmu bagian dari Fairy Tail?" Ia lalu bertanya.

"Y-
Ya.."

"Berjuanglah Cana" Lucy mendukung dari jauh.
"Kalian berdua kembalilah ke perkemahan" kemudian Lucy meminta Natsu dan Lucy pergi.

"D ...
Dia ...
Dia alah kau, Gildarts" Akhirnya Cana menyampaikannya.

"Eh?
Ehhhhhhh!!!???????" Gildarts kaget, begitu juga Natsu dan Happy yang ternyata belum pergi.

"Banyak hal yang terjadi ...
Aku tak pernah sempat memberitahumu" Ucap Cana.

"Tu ...
Tunggu ..."

"Memang sulit untuk menerimanya, bukan?"

"Me-memangnya kau anak dari mana???
Sara? Naomi? Clarie? Feena? Marie? Eliza??
Tidak tidak, warna rambutmu beda, Emma? Lila? Jean? Sydney? Michelle? Stephanie!???"

"Haaah!!!???
Sebenarnya sudah berapa wanita yang kau tiduri!!!???" Mendadak ekspresi Cana berubah menjadi galak.

"A-aku tahu!
Sylvia kan??
Kau mirip dengannya"

"Akhh, aku tidak tahan lagi!!!
Wanita-wanita kotor itu bersama ayahku dan menjadi orang tuaku!???
Cih, bagaimana bisa itu terjadi ..." Mendadak Cana Bad Mood dan hendak pergi.

"Tu-Tunggu ..."

"Hanya itu yang ingin ku katakan ...
Dan itu bukan berarti aku menganggapmu sebagai bagian dari keluargaku atau semacamnya" Cana benar-benar ngambek.

"Kita tetap seperti apa ada..."

"!!" Cana kaget, tiba-tiba Gildarts memeluknya.

"Kqu adalah anak Cornelia ...
Aku sangat yakin akan hal itu" Ucap Gildarts.
"Lepas ...
Kan ..."

"Kenapa kau tak pernah mengatakan apa-apa?" Gildarts bertanya sambil tetap memeluknya.

"Sulit mengatakannya setelah apa yang terjadi selama ini ..."

"Cornelia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai" Ucap Gildarts.
"Dia juga satu-satunya wanita yang pernah ku nikahi ...
Aku serius bekerja hingga aku meninggalkannya selama 18 tahun ...
Aku hanya mengikuti kemana arah angin membawaku ...
Aku tak pernah menyangka kalau aku memiliki seorang anak ...
Maafkan aku ...
Aku benar-benar tak tahu"

"Tidak apa-apa, aku satu-satunya orang yang mengetahui ini semua" Ucap Cana.
"Mungkin memang salahku karena memutuskannya sendiri, tapi pelukan barusan telah menghilangkan semua beban di dadaku"

"Aku mempunyai seorang anak ..."
Sedekat ini" Gildarts menangis.

"Tidak apa-apa, aku juga tidak akan meminta pertanggung jawaban ...
Bersikaplah seperti biasa ...
Tapi, izinkan aku mengatakan ini sekali saja ...
aku senang bertemu denganmu, ayah" Cana tersenyum.

Gildarts teringat akan saat-saat pertama kali bertemu Cana dan ia semakin terharu.

"Cana!!!" Gildarts kembali memeluk erat anaknya.

"Kau tak perlu menyapaikan hal yang menyedihkan seperti itu ...
Aku tak akan membiarkan itu terjadi lagi ...
Mulai saat ini, kita akan bekerja atau pergi minum bersama"
"Hah, kedengarannya seperti aku akan mengganggumu, iya kan?" Cana tersenyum.

"Tolong ...
Izinkan aku memiliki hak untuk menyayangimu" Pinta Gildarts, Cana tak kuasa menahan haru.

Bahkan, Lucy yang melihatnya juga tampak terharu ...

"Seorang ayah ...
Saat aku pulang ke rumah nanti, mungkin aku juga akan berjumpa" Pikir Lucy.

..........

Kita berada di bawah hangatnya sinar matahari ...
16 Desember x784 ...
Pulau Tenrou ...
Penghancur yang tak terelakan akhirnya datang ...

Jauh di atas Pulau Tenrou, Seekor naga tampak terbang semakin mendekat.

-To be Continued-


Sumber : beelzeta

Kamis, 24 Januari 2013

FAIRY TAIL CHAPTER 250

FAIRY TAIL CHAPTER 250

"Zeref ..." Tubuh Hades masih gemetar tak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya. Sementara Rustyrose dan Kain Hikaru, mereka berlutut di hadapan Zeref.

"Satu-satunya Zeref yang ada di Dunia sedang berdiri di hadapanku ...
Apa aku bermimpi?
Mungkinkah ini nyata?" Hades benar-benar masih belum bisa percaya.

"..." Zeref hanya diam dengan tatapan yang tajam.

"Kuncinya!" Mendadak Hades tersenyum.
"Cepat keluarkan kuncinya!!" Perintah Hades ke dua anak buahnya yang masih tersisa.

"Aku ..."
"Tidak bisa bergerak" Ucap Rustyrose dan Kain Hikaru.

"Kunci itu tidak perlu, aku sudah terbangun" Ucap Zeref.
"!!??" Hades semakin kaget.

"Mungkin pertanyaanku ini sedikit aneh, tapi ...
Sudah berapa banyak nyawa yang kalian korbankan demi mendapat kunci itu?" Zeref bertanya dengan tenang.
"Menyedihkan, sayang sekali semua yang kalian lakukan itu adalah sia-sia" Ucapnya sebelum ada yang menjawab.

"Ap ...
Apa!??"

"Sebuah kepercayaan bahwa untuk membangkitkan penyihir hitam terkuat haruslah dengan kunci itu, apakah kalian benar-benar mempercayai cerita kuno seperti itu?
Aku tidak pernah tertidur, penyihir hitam yang berdiri di hadapanmu ini, Zeref"

"Mustahil ...
Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri" Ucap Hades.

"Pada masa peperangan 400 tahun yang lalu ...
Aku melihat kematian manusia yang tidak terhitung jumlahnya ...
Dan pada hari itu akhirnya aku mengerti tentang nilai dari nyawa manusia ...
Saat itulah semuanya bermula ...
Semakin tubuhku yang terkutuk ini mengenal nilai kehidupan ...
Semakin banyak jiwa manusia yang ku ambil ...
Dan untuk menghentikanku mengambil jiwa-jiwa manusia itu,
Aku harus benar-benar merasakan beratnya hidup manusia ...
Aku payah" Ucap Zeref.

"Kau ingin merasakan beban hidup manusia!??"

"Benar ...
Karena itulah aku tak mampu menggunakan sihirku dengan sebagaimana mestinya" Sahut Zeref.

"Jika saja aku bisa melupakan beban kehidupan ...
Tapi, semua itu adalah masa lalu" Ucap Zeref lagi.
"Kaulah orang yang sudah memulai semua ini lagi" Lanjutnya.

"Acnologia menjanjikan datangnya kiamat ...
Ia datang ke dunia akibat ambisi jahatmu" Jelasnya dimana yang ia maksud dengan kamu tidak lain adalah Hades.

"Acnologia!?
Apa maksudmu!?"Hades tak mengerti.

"Kau harus dihukum" Zeref bersiap.

"Tu-tunggu ...
Masih ada yang ingin ku tanyakan padamu" Hades mencoba mencegat namun Zeref tetap menyiapkan sihirnya.

"Pertama kau harus dihukum karena telah memanggil Acnologia ...
Kedua, kau harus dihukum karena sudah membuatku melupakan nilai dari kehidupan" Zeref mengarahkan dua tangannya ke Hades.

"Bertobatlah"

Sementara itu, di tengah lautan yang tenang, tampak sebuah perahu dari kayu dengan dua penumpang di atasnya, Meldy dan Ultear ...

"Kau terlihat muram sekali, Meldy" Ucap Ultear sambil mendayung.
"..." Meldy hanya terdiam.

"Mungkin ini berat, tapi ayo lupakan semua yang sudah terjadi ...
Tentang Grimore Heart, juga tentang Zeref" Pinta Ultear.

"Hei, Ultear ..." Akhirnya Meldy membuka mulut, ia bersiap untuk bertanya.

"Ng?"

"Apa benar, kau telah ...
Menyarang desaku"

"..." Sejenak Ultear terdiam.

"Teman-temanku, keluargaku ...
Apa kau melakukannya?"

"Itu benar" Jawab Ultear.

"!!!" Tatapan Meldy berubah.

"Aku sadar suatu hari nanti aku pasti mengatakan ini padamu ...
Aku menganggap kehidupan ini sebagai babak pertamaku ...
Lalu begitu aku sampai di Dunia sihir yang agung dan melewati batas waktu, saat itulah babak keduaku dimulai ..." Jelas Ultear.
"Selama hidup itu, aku percaya bahwa aku bisa mengulang kembali babak pertamaku ...
Karena itulah, aku mau melakukan hal bejat seperti itu ...
Dan babak kedua akan menjadi hidupku yang sebenarnya ...
Juga hidupmu yang sebenarnya, dimana kita bisa hidup dengan damai ...
Karena itulah, aku melakukannya"

"..." Meldy berdiri.

"Aku mengerti itu semua salahku ...
Orang lain pasti menganggapku sebagai monster ...
Aku hanya wanita bodoh yang berpikir bisa hidup bahagia dengan mengumpulkan banyak dosa ...
Aku tak akan memintamu untuk memaafkanku, tapi setidaknya ...
Izinkan aku minta maaf" Pinta Ultear.

"Aku sadar, kau sangat membenciku hingga mau membunuhku ...
Tapi, kau tak perlu mengotori tanganmu lebih dari ini ...
Aku akan menghilang saat ini juga" Ultear nekat, ia menusuk perutnya sendiri dengan pisau dan kemudian menceburkan diri ke laut.

"Ultear!!"

"Kau akan menemukan kebahagiaan ...
Aku sangat yakin suatu saat nanti kau akan bahagia ...
A ...
Aku menyayangimu ...
Meldy" Ucap Ultear sebelum benar-benar tenggelam ke laut.

"Ultear!!!!" Meldy berteriak.

Sementara Ultear, ia merasa telah menyatu dengan sang ibu ...

"Di dalam tubuh ibu ...
Bukan tempat yang buruk ...
untuk mati" Ucap Ultear dalam hati.

"!!!" Namun tiba-tiba matanya terbuka, ternyata Meldy menyelamatkannya.

"Me-Meldy?"
"Tetaplah hidup" Pinta Meldy.

"Sihir penghubung?" Ultear melihat ada tanda sihir Meldy melingkar di pergelangan tangannya.

"Aku mengerti akan semua kesedihan dan lukamu, Ultear" Meldy menangis.

"Kaulah yang membesarkanku, hal itu tidak akan pernah berubah ...
Aku memaafkanmu!!! Aku memaafkanmu!!!!
Jangan pernah lagi melakukan hal seperti itu!!!!
Tolong jangan tinggalkan aku sendirian ...
Aku menyayangimu!!!
Aku ingin hidup bersamamu!!!" Teriak Meldy sambil menangis.
"Hiks ..." Ultear terharu.

Dan kemudian, mereka berpelukan.

Kembali ke Kapal Hades, kapal meledak, sihir Zeref telah menghukumnya ...

"M-Master Hades!!"
"M-m-mati..." Rustyrose dan Kain terkejut sementara Zeref menatap dengan tajam.

-To be Continued-


Sumber :beelzeta

FAIRY TAIL CHAPTER 249

FAIRY TAIL CHAPTER 249

Bersamaan dengan fajar yang menyingsing, kekuatan iblis telah tumbang ...



"Sudah selesai ya" Gray berdiri.
"Iya" sahut Erza.
"Kita menang kan?" Wendy bertanya kembali.

"Natsu, ini syalmu" Sementara Lucy, ia tampak sedang memberikan syal Natsu yang sempat terjatuh saat ia menghadapi Hades.
"Terimakasih" Ucap Natsu sambil tersenyum.

"Teman-teman!!!!" Dari dalam kapal, Happy beserta Charle berlari menuju ke arah Natsu dan yang lainnya. Setelah sukses menghancurkan jantung iblis, mereka dikejar-kejar oleh sisa-sisa penyihir grimore Heart.
"Uwaaa!!!" Happy tampak ketakutan.
"Tolong kami Natsu!!" Teriaknya.

"Tunggu!! Jangan lari kau!" Ucap salah seorang penyihir musuh.
"Dasar kucing sialan!" Lanjut yang lain.
"Beraninya kau melakukan itu pada jantung master!!!"

"Ini gawat" Ucap Gray yang sudah kehabisan kekuatan sihir.
"Sial ...
Kekuatan sihir kita sudah benar-benar habis"
"Uwaa"
"Maaf, kekuatan sihirku juga" Ucap Lily yang tampak kelelahan sambil membawa pedang Musica yang sudah menjadi kecil.

"Jangan bergerak!!!!"

Untungnya, bantuan datang dan para penyihir Grimore heart berbalik ketakutan ...
"Woahh!!! Jumlah mereka lebih banyak!!!"
"Apa itu ..
Ma ...
Makalov!??"
"Co-coba lihat itu ...
Master Hades telah kalah!!" Ketakutan mereka semakin menjadi setelah melihat Master hades yang pingsan.

"Tinggalkan pulau ini secepatnya" Ucap Master yang berdiri di depan Gagil, Elfman, Mira, Cana, Fried, dan yang lainnya.

"Iaaaa"
"Kami mengerti!!!"
Tanpa banyak berbuat apa-apa lagi merekapun berlari ketakutan.

"Yaaaay!!!!" Akhirnya semuanya bersorak senang, Grimore Heart telah benar-benar berhasil dikalahkan.

"Bagaimana dengan Juvia?" Gray bertanya ke Fried.
"Dia melum kembali ke perkemahan" Sahut Fried.

"Apa dia baik-baik saja?
Lalu apa yang terjadi pada Zeref?" Pikir Gray khawatir.

Di sisi lain, Master terlihat menghampiri cucunya, Laxus ...
Sejenak mereka saling tatap, dan kemudian ...
"Senang bisa melihatmu kembali" Master mengulurkan tangannya.
"Kau pikir aku benar-benar akan menyalamimu hah!??" Namun dengan cepat, Master menarik tangannya dan langsung membentak Laxus.
"Beraninya kau menginjakan kaki di Pulau Tenrou sementara kau masih berada dalam masa pengawasan!!!!" Bentak Master dengan kepala yang membesar.

"Tenanglah Master" Pinta Levy.
"Diam kau, orang tua" Ucap Laxus.

"L-Laxus??" Fried baru menyadari keberadaan Laxus.
"Laxus!!!!!" Lalu dengan cepat, Eva, Bixlow, dan Fried memeluk Laxus karena sudah lama tidak bertemu.
"Akhirnya kau kembali!!!!"
"Gyaaaa!!!" Mereka benar-benar senang atas kembalinya Laxus.

"Nah kalau begitu, ayo lanjutkan ujiannya!!!" Natsu kembali bersemangat.
"Sekarang!??" Happy tampak masih belum siap.

"Tes yang sebelumnya mengalami gangguan teknis, jadi yang itu tidak diperhitungkan ...
Jadi sekarang mari buat ini jadi lebih sederhana!!
Kita tentukan juaranya dengan pertarungan!! Pertarungan!!" Usul Natsu.

"Kepalamu terbentur sesuatu ya!?
Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan tubuh babak belur seperti itu!??" Bentak Gagil.
"Kecil!!! Sekarang aku punya kekuatan Naga api petir" balas Natsu.

"Sudah sudah ..."

Bruukkk ...
Tiba-tiba Natsu rebah.

"Lihat, siapa yang tumbang duluan hah ..." Ejek Gagil.
"Natsu!??"

"Ini adalah efek samping karena dia memakan sihir lain selain api" Jelas Erza.

"Untuk sementara waktu, bagaimana kalau kita kembali ke perkemahan dulu?" Usul Wendy.
"Tubuh kalian semua membutuhkan istirahat" Tambah Charle.

"Ya, kau benar"
"Ayo kembali"
"Eh tunggu, apa aku harus membawa Natsu juga!??"

"Apa ayah baik-baik saja ya .." Cana terlihat khawatir.
"Juvia ..." Begitu juga dengan Gray.

Mereka semua pergi menuju perkemahan. Namun, Makalov masih diam ...
"Makalov ...
Bunuh aku" Pinta Hades yang sudah tidak berdaya dari kejauhan.

"Aku telah mempelajari banyak hal darimu ...
Sebagai tanda terimakasihku, aku akan membiarkanmu pergi dari Pulau ini" Ucap Makalov.

"Naif sekali ...
Jika kau biarkan aku hidup, suatu saat aku pasti akan menghancurkan Guildmu lagi ..." Ucap Hades.

"Aku telah kalah darimu, anak-anak itulah yang telah mengalahkanmu ...
Semua ini ku pelajari darimu" Ucap Makalov dan kemudian pergi meninggalkan Hades.

Sementara itu, semua telah kembali ke kemah, termasuk Natsu yang pingsan sambil ngorok, ia digotong oleh Elfman ..
"Sial, kau berisik sekali Natsu, tidurlah dengan tenang" Ucap Elfman.
"Tinggalkan dia sendiri, biar dia beristirahat dulu" Ucap Mira.

"Kak Mira, aku punya ide yang bagus" Dengan jailnya, Lisana mengikat dua rambut Natsu.
"Natsu versi cewek manis juga kan"
"Ahaha" Mira hanya tertawa.

"Itu masih terlalu laki" Ucap Elfman.

Di sisi lain, Happy dan Charle sedang makan.
"Jadi apa yang kita hancurkan itu memang benar-benar jantungnya Hades?"
"Kebetulan atau tidak, yang penting kita sudah melakukannya" Ucap Charle.

"Hei Lily, apa kau terluka!?" Gagil bertanya.
"Ya, tapi tak separah dirimu"

Sementara di tempat Laxus ...
"Senang bisa melihatmu kembali Laxus" Ucap Bixlow.
"Emm, mungkin kurang tepat kalau dibilang kembali"
"Laxus kemabli, hei hei" Fried terlihat begitu senang.

"Hei Laxus ...
Selama kau pergi, Elfman suka melakukan hal-hal buruk padaku ...
Maukah kau membalaskannya untukku?" Eva mengadu.
"Dasar wanita jalang!" Bentak Elfman.

Di sisi Wendy, ia tampak sedang mengobati Happy.
"Berikutnya, aku akan mengobati lukanya Levy ..."

"Aku baik-baik saja, lebih baik kau juga beristirahat, Wendy" Ucap Levy.
"Tidak, aku sudah merasa baikan semenjak Pulau Tenrou kembali normal" Ucap Wendy.

"Tapi ...
Bagaimana bisa Pulau Tenrou kembali setelah dihancurkan habis-habisan ..." Erza masih bingung.
"Ultear ...
Mungkin dia" Pikir Gray.

"Hey kalian ...
teman-teman ..." Juvia merangkak dan sampai di perkemahan.
"Juvia!?"
"Kau tidak apa-apa!??" Gray khawatir.

Bukan hanya Juvia, Gildarts juga tampak sudah kembali ...

"Gildarts! Aku menantangmu!!!!"
"Hey, Natsu!!"

"Gray-samaaa, cepat! Ayolahh"
"Uwaah!!! Jangan mengarahkan pantat kepadaku!"

"Wendy, apa kau perlu bantuan?"
"Erza-san? Apa itu pakaian perawat?"
"Kau kan tidak punya kekuatan penyembuhanh?"

Sementara itu, tampak kapal Grimore Heart masih berfungsi dan mereka kabur meninggalkan Pulau ...
Yang tersisa hanya Rustyrose, Kain Hikaru, dan Hades yang tubuhnya luka dan penuh dengan perban ...

"Mustahil, kita sudah kalah ..." Ucap Rustyrose.
"Aku tak percaya ini" Lanjut kain.

"Padahal Zeref sudah ada tepat di depan mata kita ...
Dunia Sihir nan Agung itu tepat berada di depan mata kita"

Tap ...
Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan itu.

"Siapa itu!?" Sontak Kain dan Rustyrose menghadap ke arah orang itu.

"Orang seperti kaloianlah yang mengukirku dalam keberadaan" Ucap orang itu yang ternyata tidak lain adalah Zeref, Zeref ada di kapal Grimore Heart.

"Pemikiran jahat seperti itulah yang lalu memanggil kemunculan Acnologia ...
Meneriakan akhir dari zaman ini ...
Tak akan ada yang bisa menghentikannya ...
Dunia ini akan hancur"

"Zeref!!" Tubuh Hades gemetar.
-To be Continued-


Sumber : beelzeta

FAIRY TAIL CHAPTER 248

FAIRY TAIL CHAPTER 248

Sebuah ledakan melanda kapal Grimore Heart. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sementara itu, di tengah puing-puing, Natsu terus melesat menuju Hades, bersiap untuk memukulnya dan ...
Puakkkk!!!!
Pukulan Natsu tepat menghantam wajah Hades.

"Natsu!!" Lucy berteriak senang.

"Mu-mustahil ...
Bagaimana mungkin sihir kegelapanku tidak mempan!!?" Hades benar-benar tak habis pikir.

"Ini tidak mungkin ...
sihirku ..."

Buakkkk!!!!
Lagi-lagi hantaman Natsu tepat mengenai Hades.
Meski tanpa kekuatan sihir, pukulan tangan kosong Natsu tetap saja terasa menyakitkan.


Ternyata, ledakan itu merupakan ulah dari Charle dan Happy. Karena tak tahu cara menghentikannya, merekapun meledakan benda tersebut. Benda yang sepertinya merupakan sumber tenaga kapal.
Dan tampaknya juga, merupakan sumber tenaga Hades.

Di suatu tempat di Pulau, Rustyrose yang telah kalah dan terbaring menjelaskan semuanya ...
"Rahasia di balik sihir dan umur panjang Master Hades adalah jantung yang ada dalam kapal itu ...
Jantung iblis ..."

Benar saja, di tempat Hades, ia benar-benar tampak kehabisan tenaga.
"Jantungku ...
Kalau itu dihancurkan, maka kekuatan sihirku akan ...
Uakkkhhh!!!!"

Setelah tanpa memiliki kekuatan sihir, kini dengan mudah Natsu menghajar tubuhnya.

"Hah?" Sementara itu, Wendy terlihat kaget sambil melihat ke arah Pulau.
Setelah ledakan itu, kapalnya jadi lebih terbuka dan pemandangan ke pulau kini terlihat dengan jelas.

"Ada apa Wendy?" Lucy bertanya dan kemudian melihat ke arah pulau juga.
"A-apa ..." Erza melihat ke arah sana juga.
"Tidak mungkin ..." Ucap Gray.

Pemandangan pulau sangatlah mengejutkan.
Pohon Tenrou yang awalnya roboh terlihat berdiri kokoh kembali.

"Pulau Tenrou kembali seperti semula!!!???"

Ternyata, ini semua adalah ulah Ultear ...
Tampaknya ia sudah sadar dengan apa yang selama ini ia lakukan ...
Karenanya, kini ia berpihak ke Fairy Tail ...
Dengan sihir waktunya, Ultear mengembalikan Pulau Tenrou seperti semula ...

"Hah ...
Hah ...
Terlahir kembali ..."

Sementara beberapa meter di belakang Ultear, terlihat Meldy menatap ke arahnya dengan tatapan yang sinis.
Tatapan kecewa karena selama ini Ultear telah memanfaatkannya.

Dengan kembalinya pohon Tenrou, kekuatan sihir para penyihir Fairy Tail juga telah kembali.
"Kekuatan sihir kita ..."
"Telah kembali" Erza dan yang lainnya kembali bisa merasakan kekuatan sihir mereka.

Semua telah kembali, juga kekuatan sihir Natsu. Tentu saja, kecuali sihir Hades.

"Aku ...
Aku adalah Hades yang agung ...
Apa aku benar-benar kalah dari Makalov ..."

"Kemenangan ini adalah milik kami!!!!" Natsu kembali bersiap menghantam Hades.

"Tidak!!!!!!" Hades balik memukul.
Meski tanpa kekuatan sihir, ia tetap berusaha.
"Sebelum sampai pada Dunia Sihir Terkuat, sang iblis tak akan kalah!!!!" Teriak Hades.

Kemudian ...

Buaghhhh!!!!!
Laxus bangkit dan langsung menonjok wajah Hades.

"Laxus!?"

"Maju!!!
Fairy Tail!!!" Teriak Laxus penuh semangat. Dan kemudian, Erza dan yang lainnyapun bersiap membantu.

"Terbukalah!
Gerbang Zodiak ke sepuluh!!
Capricorn!!!!" Lucy memanggil Capricorn.

"Heavenly Dragon's Wing Attack!!!" Bahkan Wendy juga ikut menyerang.
"Ice Bringer!!!!" Begitu juga Gray.
"Tenrin Pentagram Sword!!!" Juga Erza.

Dan tentu saja ...

"Wave Dragon's Special Technique ...
Revision!!!!
Crismon Explosion Lightning Blade!!!" Natsu menyerang dengan kekuatan api dan listriknya.

Dengan begini, Hades telah benar-benar kalah dan kemenangan mutlak di raih oleh Fairy Tail ...

"Ini adalah Guild Kami!!!!"

-To be Continued-


Sumber : 
beelzeta

FAIRY TAIL CHAPTER 247

FAIRY TAIL CHAPTER 247

Ketiga kucing melihat sesuatu yang menakjubkan ...

"Apa menurutmu itu sebuah ..."
"Menurutku itu tidak mirip sumber kekuatan" Ucap Charle.
"Grimore Heart, jangan -jangan ..." Lily memikirkan sesuatu.

Sementara itu, tampaknya penyusupan mereka diketahui oleh para penjaga yang berada di luar.

"Aku mendengar suara dari dalam!!!"
"Apa!? Kenapa mereka tahu ruangan ini!?"

"Gawat, mereka menemukan kita" Ucap Charle.


"Aku akan berusaha untuk menghentikan penjaga, kalian hentikanlah itu" Pinta Lily dan ia bergegas menuju pintu yang sudah dibuka oleh para penjaga.

"Menghentikan itu? Tapi bagaimana caranya?"
"Ayo kita lakukan, Happy" Ucap Charle.

Sementara itu, Lily sudah berubah dan kini berhadapan dengan para penjaga.
"Hyaaaa!!!" Salah seorang penjaga hendak menebasnya dengan pedang.

Namun, Lily menahannya dan malah mengambil pedang itu.

"Aku ambil ini"
"Hei, itu pedangku!!!" Ucap penjaga tadi.

Namun sepertinya, Lily merasa cocok dengan pedang itu dan menggunakannya sebagai senjata.

Bhussss

Tiba-tiba pedang itu bertambah besar.
"Eh? Pedangnya bertambah besar?
sama seperti Buster marm milikku ..."

"Sial, ayo lindungi ruangan ini!!!!"
"Kita harus melindunginya apapun yang terjadi!!" Ucap para penjaga.

"Huh, aku suka pedang ini ...
Mulai sekarang ini adalah senjataku" Ucap Lily.

"Uuuh ...
pedang musica itu sangat mahal" Ucap si pemilik.

Kembali ke tempat Hades, Natsu dkk semakin terdesak terlebih saat Hades mengatakan akan menggunakan sihir Neraka.

"Sihir Neraka?"
"Kekuatan yang hebat ..." Tubuh Gray dan Erza gemetaran.
"Uukh .." Begitu pula dengan Wendy.

"Natsu! Bangunlah! Ku mohon!!" Lucy berusaha membangunkan Natsu. Akan tetapi ...
"Tu-tubuhku ...
tidak bisa ..." Natsu benar-benar kehabisan tenaga.

Sementara itu, Hades yang telah membuka penutup matanya terus menatap ke arah mereka ...

"Akhir dari berjalan di Jalan Sihir adalah tenggelam di tingkat kegelapan terdalam ...
Jauh melampaui batas pengertian, bersinar di Neraka terdalam, sihir yang satu ...
Sedikit lagi, aku akan mencapai sihir yang satu ...
Tapi jarak yang sedikit itu, tetap saja merupakan bagian terdalam dari jalanku ..." Ucapnya.
"Dunia sihir terkuat memenuhi kedalaman Dunia yang Zeref diami ...
Malam ini, seiring dengan kebangkitan Zeref, Dunia akan berubah ...
Dan segera, akan ku peroleh sihir yang satu ..." Hades terus-terusan memberi ceramah.

"Sihir yang satu?" Erza penasaran.
"Benar, aku pernah mendengar ini di suatu tempat" Sementara Lucy, ia terus berpikir kalau ia pernah mendengar ini di suatu tempat ...
"Ibu!?" Akhirnya ia teringat, Lucy pernah mendengar ini semua dari ibunya??

"Kalian anak kecil tak akan lolos ke dalam Dunia Sihir Terkuat ...
Kalian tidak memiliki ketetapan hati untuk melangkah menuju ke dalam Neraka terdalam ..." Kini, Hades mulai menggerakan tangannya.

"Apa yang dia lakukan!??" Gray penasaran, kenapa Hades menari di saat seperti ini? Bukan, ternyata Hades bukan menari, melainkan menyiapkan suatu sihir.

"Dari ayat 4 kitab ke-12 dalam buku Zeref ...
Sihir tersembunyi, Penghukum Surga, Nemesis!!" Hades telah mengeluarkan sihirnya. Dan dari puing-puing reruntuhan, tiba-tiba muncul monster-moster iblis panggilan.

"Dia menciptakan iblis dari reruntuhan itu!??" Gray semakin kaget.
"Ti-tidak mungkin ..." Wendy tak percaya.

"Dengan kekuatan sihir Neraka, aku mampu menciptakan iblis bahkan dari batu yang sangat kecil ...
Mereka adalah anak-anak penari iblis dan penghakim surga ...
Inilah yang disebut sihir tersembunyi" Jelas Hades yang di belakangnya telah bersiap pasukan iblis.

"Masing-masing iblis itu memiliki kekuatan dalam jumlah banyak yang tak bisa ditahan, tidak mungkin ..." Erza tak tahu harus berbuat apa.

"Ukkh" Lucy memeluk erat tubuh Natsu.

"Aku takut ...
Takut" Wendy menutup kedua mata dengan tangannya.

"Bahkan aku terus gemetar, apa yang aku takutkan, sial ..." Erza melihat ke arah tangannya yang memang tampak gemetar.

"Aku tidak bisa ...
Aku sangat ketakutan" Ucap Gray dalam hati.

"Seseorang, tolong ..." Lucy terus memeluk tubuh Natsu.
"Berikan kami keberanian ..." Pintanya dalam hati.

Greb ...

Natsu mencengkram tangan Lucy, ia bersiap untuk bangun, kelihatannya meski sedikit, tenaga Natsu mulai kembali.

"Natsu ..."
"Kelihatannya aku mempunyai sahabat yang selalu bersamaku" Natsu mulai berdiri.

"Kekuatan bukanlah sesuatu yang jahat ...
Hal itu hanya menunjukan kita pada kelemahan yang kita miliki" Natsu teringat kata-kata Gildarts.
"Dan ketika kita belajar kelemahan kita ...
Kita akan mampu menjadi lebih kuat ...
Kita sedang belajar kelemahan kita sendiri ...
Lalu apa yang selanjutnya kita lakukan?
Kita harus menjadi lebih kuat!
Dan kita lawan mereka!!" Natsu telah benar-benar berdiri.

"Jika hanya sendiri, mungkin terlalu menakutkan untuk menanggung semuanya ...
Tapi kita tidak sendiri, kita mempunyai teman-teman yang selalu ada disini ...
Tak ada yang perlu kita takuti!!!
Karena kita tidak sendiri!!!!" Natsu berteriak, memberi semangat pada rekan-rekannya.

"Huh, sebuah omong kosong yang menggembirakan ...
Sayang sekali semua ini akan berakhir sekarang ..." Hades bersiap dengan para pasukannya.

"Selama kami saling mendukung ...
Kami tidak takut ...
Itu dia ...
Benar kan, Natsu?
Walaupun kami tidak mempunyai sihir tersisa ...
Tapi kami tidak akan menyerah sampai akhir ...
Ini adalah Fairy Tail" semuanya mulai bangkit.

"Ayo maju!!!!" Natsu berteriak. Dan kemudian, mereka berlima yang sudah kehabisan kekuatan sihir menyerang dengan seluruh sisa tenaga.

"Apa yang bisa kalian lakukan dengan sisa-sisa tenaga itu?
Menarilah, iblis reruntuhan batu!!!!"

Hades memerintahkan pasukannya dan, para iblis itu menyerang.

Hampir saja, Natsu terkena serangan dan jatuh. Namun sebelum itu, Lucy dan Wendy menggenggam tangannya dan kemudian mendorongnya maju ke depan, Natsu melesat.
Dan kemudian, di tampah bantuan dorongan dari Erza dan Gray, Natsu melesat menuju ke arah Hades.

Hades terus menyerang.
"Kirim semuanya ke dasar kegelapan!!!
Saatnya matahari tenggelam, Fairy Tail!!!!"

Mereka bersiap untuk saling hantam ...

Dhuarrrrrr!!!!!!!!!

Namun tiba-tiba, suatu ledakan melanda kapal Grimore Heart.

-To be Continued-

http://www.beelzeta.com/2012/02/fairy-tail-chapter-250.html#ixzz2IxvuATvH
Sumber : 
beelzeta